Chat with us, powered by LiveChat

Senin, 15 Mei 2023

Sejarah Gunung Krakatau 1883 by qiuslot 88

Sejarah Gunung Krakatau yang meletus dahsyat hingga menjadi daya tarik wisata 



Gunung Krakatau adalah gunung berapi yang terletak di  Selat Sunda antara pulau Jawa dan  Sumatera. Letusan dahsyat gunung ini pada tahun 1883 menjadi salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah manusia. 

Nah, pada artikel yang dipublikasikan kali ini, kita akan mempelajari tentang sejarah letusan Gunung Krakatau dan terbentuknya Anak  Krakatau. Untuk  informasi lebih lanjut tentang Gunung Krakatau,  simak pembahasannya di bawah ini sampai selesai! 

 

Sejarah Letusan Gunung Krakatau 

 

Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 menjadi salah satu letusan gunung berapi terkuat sepanjang sejarah. Menurut situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan besar Gunung Krakatau tercatat pada tahun 1883 yang ledakannya terdengar hingga  Singapura dan Australia.  Letusan Gunung Krakatau  27 Agustus dikatakan sebagai letusan terbesar dalam sejarah, menghancurkan puncak gunung dan melepaskan energi setara dengan 200 megaton TNT. Dua pertiga  Gunung Krakatau runtuh dalam serangkaian letusan, menghancurkan sebagian besar pulau di sekitarnya. 

Material vulkanik dengan volume hingga 18 km3 dikeluarkan dari letusan, dan tinggi kolom letusan diperkirakan mencapai 80 km. Letusan dahsyat itu menimbulkan gelombang pasang (tsunami) setinggi 30 meter di pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung. Kekuatan  tsunami menghempaskan kapal  bernama "The Berrouw" sejauh 3300 meter ke dalam hutan di Pelabuhan Teluk Betung. Tsunami ini menyebabkan kehancuran tsunami di setidaknya  297 sub-wilayah kami dan 36.417 orang meninggal akibat tsunami dan letusan besar yang terjadi. 

Selain itu, ledakan yang mengeluarkan material vulkanik itu membuat  Jawa dan  Sumatera  gelap gulita. Padahal, sinar matahari tidak bisa menembus  abu vulkanik pekat yang berasal dari letusan Gunung Krakatau  tahun 1883.  Letusan ini juga menggelapkan dunia  selama dua setengah hari akibat abu vulkanik yang menutupi atmosfer. Penutupan atmosfer ini menyebabkan  suhu turun di seluruh dunia, termasuk  Amerika, Eropa, dan Asia Timur yang jaraknya sangat jauh dari Gunung Krakatau. Aktivitas seismik berlanjut hingga Februari 1884, menurut situs Universitas Stekom. Selain itu, dunia mengalami beberapa tahun  gangguan cuaca yang menyebabkan serangkaian bencana alam dan krisis pangan akibat gagal panen. 


Penampakan Gunung Anak Krakatau

Setelah letusan dahsyat  pada tahun 1883, Gunung Krakatau tidak aktif secara vulkanik selama beberapa tahun. Kemudian pada tanggal 29 Desember 1927, Gunung Krakatau meletus di bawah laut, dan terjadi beberapa kali  letusan hingga Januari 1929. 

Peristiwa itu menciptakan massa material yang membentuk sebuah pulau kecil. Fenomena inilah yang kemudian disebut lahirnya Anak Krakatau.  Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau terletak di tengah. Anak Krakatau naik 180 meter di bawah laut dan telah mengalami beberapa kali letusan dan terus mengalami aktivitas vulkanik. 


Wisata gunung Anak Krakatau 

Menurut situs Pemerintah Provinsi Lampung dan  Dinas Pariwisata Banten, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu objek wisata paling menarik di daerah tersebut. Daya tarik tempat wisata  ini adalah keindahan alam yang menakjubkan dan fenomena vulkanik yang tiada henti Untuk mencapai lokasi gunung ini, wisatawan dapat menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Pelabuhan Perikanan Labuan di Kabupaten Pandeglang Banten kemudian naik perahu menuju Pulau Anak Krakatau. Bisa juga ditempuh dari Pelabuhan Cant di wilayah Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. 

Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut yang indah dan menjelajahi pulau-pulau di sekitarnya. Setelah sampai di Pulau Anak Krakatau, wisatawan dapat mendaki ke puncak gunung untuk menikmati pemandangan laut yang menakjubkan dan juga melihat fenomena vulkanik  di sekitar gunung. Aktivitas utama dan terpopuler di sini adalah mendaki Gunung Krakatau, dan banyak biro perjalanan yang menawarkan paket mendaki Gunung Krakatau. 

Namun karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang sedang berlangsung, wisatawan diharapkan  selalu memperhatikan kondisi cuaca dan juga mengikuti petunjuk dari otoritas setempat. 

Nah, itulah  pembahasan lengkap tentang Gunung Krakatau, dimulai dari sejarah bencana letusan tahun 1883 hingga kini menjadi salah satu tempat wisata di wilayah Banten dan Lampung. Semoga pembahasan dalam artikel ini dapat membantu Anda untuk  lebih mengenal Gunung Krakatau.

Minggu, 14 Mei 2023

Gempa Mentawai by qiuslot88

5 Fakta Gempa Mentawai dan Sejarah Gempa Mentawai Besar  

 


Gempa Mentawai bermagnitudo 7,3 baru saja terjadi pada Selasa 25 April 2023. 

Gempa  terjadi pada pukul 03:00 WIB. Sejak pukul 04:00 WIB sudah terjadi  tujuh kali gempa lho Moms. 

"Pada pukul 04.00 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan terjadi 7 (tujuh) kali gempa  susulan  dengan magnitudo tertinggi M 4,6," tulis Kepala Pusat Gempa  dan Tsunami BMKG Daryono melalui Twitter. 


Simak fakta gempa  Mentawai di bawah ini! 

 

Fakta Gempa Mentawai 

 

1. Gempa Bumi Berpotensi Tsunami 



 

Lokasi gempa berada di 0,93 Lintang Selatan (LS) - 98,39 Bujur Timur (BT) dan kedalaman 84 kilometer. 

Pusat gempa terletak 177 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai. 

Gempa Mentawai menimbulkan tsunami yang cukup dahsyat, Moms. 

BMKG melaporkan, tsunami  setinggi 11 cm terdeteksi di Nia Selatan, Sumatera Utara. 

  

2. Terasa Hingga Beberapa Wilayah 



Gempa  Mentawai dirasakan di beberapa tempat seperti: 

 VI Siberut

 VI Mentawai 

 V  Pasaman Barat

 V Padang Pariaman 

 V Agam

 V Padang 

 III Gunung Sitoli 

 III Padang Panjang 

 III Pesisir selatan 

 III Lima puluh kota 

 III Solok Selatan 

 III Solok 

 III Bukittinggi 

 II Labuhan Batu 

 II Padang Sidempuan.  


3. Warga panik dan mengungsi 



Bencana alam ini pasti membuat panik banyak warga, ibu-ibu. 

Mengutip dari beberapa sumber, getaran tersebut terasa cukup kuat dan berlangsung lama sehingga menimbulkan kepanikan seluruh warga. Warga berhamburan keluar rumah akibat gempa di Padang. Informasi dari Pusat Komando Operasi (Pusdalops) BNPB, masyarakat mulai mengungsi setelah mendapat informasi dari BMKG tentang peringatan tsunami pertama. Namun, untuk saat ini, peringatan tsunami telah berakhir. Meski sudah dihentikan, warga tetap diimbau untuk  waspada. 

4. Kerusakan gempa yang tidak diketahui 



Sampai saat ini, belum diketahui seberapa besar kerusakan akibat gempa Mentawai. Selain itu, Mentawai saat itu diguyur hujan lebat sehingga sulit untuk melihat kondisi sekitarnya. 

5. Sejarah gempa Mentawai 



Sebelumnya, Gempa Besar Mentawai  terjadi hampir 500 tahun  lalu.  

Gempa besar  di zona megathrust segmen Mentawai-Siberut  sebelumnya terjadi pada 10 Februari 1797. 

Gempa tahun 1797 berkekuatan  8,5 dan menyebabkan tsunami. Lebih dari 300 orang tewas akibat gempa dan tsunami tersebut. 

Sejak 1797 zona ini kosong dan hari ini, Selasa pagi (25/4) baru saja terjadi gempa besar. 

Sekedar diketahui, zona tersebut mengalami beberapa kali gempa besar pada tahun 2016, 2018, dan 2019. Selama periode ini, ada gempa bumi di atas berkekuatan 6.

Sabtu, 13 Mei 2023

Mengenang Tragedi Kelam Aceh 2004

Mengenang Tragedi Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 !!



Hari ini, masyarakat Aceh merayakan 18 tahun tsunami yang menghancurkan Tanah Rencong. Peringatan akan diawali dengan bunyi sirene tepat pada pukul 08:00 WIB. sirene akan berbunyi  selama satu menit pada Senin pagi (26/12/2022). Bunyi sirine  terdengar hampir di  seluruh wilayah Banda Aceh. 

Sirene terdengar dari ruang publik di Aceh, ibu kota provinsi. Sirene dibunyikan sejenak untuk mengenang detik-detik tsunami dan merenungi bencana tersebut.  

Puncak peringatan 18 tahun tsunami terjadi di kuburan massal di Siron, Kecamatan Want Jaya, Aceh Besar. Tema peringatan tahun ini adalah “Memperkuat Bangkit, Membangun Budaya Sadar Bencana”. 

Almuniza Kamal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, mengatakan lokasi peringatan tsunami kali ini sengaja dipilih di sebuah kuburan massal tempat dimakamkannya 40.000 korban. Di sana, semua orang bisa berziarah dan mengikuti rangkaian peringatan bencana 26 Desember 2004. “Setiap mengenang tsunami, banyak  peziarah dari berbagai bangsa, agama, dan budaya berkumpul di kuburan massal tsunami Sironi untuk mendoakan keluarga dan kerabatnya,” kata Almuniza. 

Ia berharap kekuatan peringatan tsunami tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat Aceh  dan mempertebal keimanan kepada Allah SWT. 

“Kita juga perlu mewaspadai fenomena alam dan mengajarkannya kepada generasi mendatang, karena tentu kita tidak bisa mencegah bencana alam, tapi bersama kita pasti bisa,” ujarnya. 

Upacara pemakaman diisi dengan khidmat dan doa bersama yang dipimpin oleh presiden Persatuan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab. Tgk Muslim At Thahiri, direktur Institut Islam Darul Mujahiddin Lhokseumawe, akan memimpin peringatan dan doa. 

Memori 26.12.2004


Pada mulanya, kehidupan masyarakat Aceh tak ada bedanya pada Minggu, 26 Desember 2004. Mereka menghabiskan akhir pekan seperti biasa: istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. 

Beberapa orang Kristen di  Aceh  masih merayakan Natal. Namun, semuanya berubah saat jam menunjukkan pukul 07.58 waktu Indonesia Barat.  

Tiba-tiba terjadi gempa bumi. Segala sesuatu di bumi bergetar hebat. Kemudian orang-orang bubar untuk mencari  perlindungan. Gempa tersebut berlangsung selama 10 menit dan berhasil meluluhlantakkan Aceh. Bangunan itu runtuh. Pohon dan tiang listrik tumbang. Kepanikan terlihat di seluruh kota. Namun, ini bukanlah akhir. Faktanya, itu memulai bencana terbesar di awal tahun 2000-an. Masyarakat pesisir yang belum hilang kepanikan dan ketakutannya dikejutkan oleh  air laut yang tiba-tiba surut. Ketika air menghilang, ikan-ikan itu berhamburan. Orang-orang bingung karena mereka belum pernah melihat situasi seperti itu sebelumnya. Karena mereka tidak tahu bahwa ini adalah awal tsunami, mereka acuh tak acuh.  

Beberapa menit kemudian Anda akan melihat ombak besar  siap menerjang daratan. Ombak setinggi puluhan meter. Dari situ mereka panik dan langsung lari ke tempat yang lebih tinggi. Tentu saja, saat naik ke benua, air laut menggulung semua yang ada di bumi. Banyak orang gagal menyelamatkan diri.  Diketahui, kejadian ini tidak hanya terjadi di Aceh tapi juga di negara-negara Samudera Hindia lainnya. Negara yang terkena dampak termasuk Sri Lanka, Myanmar, Thailand dan Malaysia. Dari daerah yang terkena dampak tsunami, Aceh adalah yang terparah. Menurut pemerintah, 130 ribu dari  280 ribu yang tewas di seluruh negeri berada di Aceh. Lebih dari 500 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal. Mengutip buku karya Jean-Christophe et al. “A Wave of Peace? Diplomasi Bencana Tsunami di Aceh, Indonesia” (Environmental Economic Geography, 2006), perkiraan kerugian akibat bencana tersebut mencapai Rp 41 triliun. 

Peristiwa ini kemudian disebut Tsunami Aceh atau Tsunami Hindia Belanda. Belakangan terungkap bahwa gempa tersebut berkekuatan 9,1 skala richter. Saat peristiwa alam ini terjadi, Indonesia  belum siap menghadapi bencana tersebut. Indonesia tidak memiliki aturan penanggulangan bencana dan mitigasi, termasuk sistem peringatan dini. Lebih buruk lagi pada saat itu adalah konflik antara GAM dan militer, yang mempertegang hubungan antara pemerintah pusat. Efek dari manajemen bencana lambat berkembang. Belakangan, di sisi lain, tsunami menjadi pemicu utama harmonisasi hubungan keduanya. “Aceh kemudian mendapat perhatian internasional dan mengalami keterbukaan. Bencana tsunami adalah katalisator utama. Diplomasi bencana memungkinkan respons dan rekonstruksi pascabencana,” tulis Jean-Christophe. 

Sejarah memberi tahu kita bahwa tragedi sering mengarah pada revolusi. Dalam konteks tsunami Aceh, revolusi dilakukan pemerintah dengan meningkatkan kesadaran bencana. Tahun 2007,  UU Penanggulangan Bencana No. 27 telah dibuat. Setelah itu, dibentuklah Sistem Mitigasi Bencana.  Berbagai alat pendeteksi gempa dan bangunan tahan gempa telah dibangun di berbagai daerah rawan gempa. 

Pelajaran berharga dari Tsunami Aceh 2004...

Gempa mengguncang Domu NTB !!By qiuslot88

Gempa terbaru BMKG


Gempa terbaru BMKG, gempa mengguncang Dompu Barat Daya  NTB pagi ini, lihat kekuatan koordinat dan letaknya 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menerbitkan data terbaru gempa  Indonesia hari ini, 13 Mei 2023. Kali ini BMKG menerbitkan data gempa terbaru di wilayah  Dompu, Nusa Tenggara Barat atau NTB 

Informasi gempa terbaru di Dompu Barat Daya, Nusa Tenggara Barat disampaikan BMKG melalui akun Twitter resmi @infoBMKG. Menurut BMKG, gempa terakhir di barat daya Dompu di Nusa Tenggara Barat bermagnitudo 3,2. 

Lokasi gempa terakhir di barat daya Dompu, Nusa Tenggara Barat berada di  koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 118,11 Bujur Timur. Waktu gempa terakhir terjadi  di barat daya Dompu, Nusa Tenggara Barat sekitar pukul 07:45:45 WIB. 

Menurut BMKG, pusat gempa terakhir berada 61 kilometer barat daya Dompu, Nusa Tenggara Barat.  Info BMKG, gempa terakhir di barat daya Dompu di Nusa Tenggara Barat terjadi pada kedalaman 109 kilometer. 

#Gempa Mag: 3.2, 13-5-2023 07:45:45WIB, Lok: 8.96LS, 118.11BT (61km SW DOMPU-NTB), Kedalaman: 109km #BMKG 

Disclaimer: Data ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah ketika data sudah lengkap," tulis BMKG di akun Twitter resmi @infoBMKG. 

Berdasarkan skala MMI yang dipinjam dari laman BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari. 

MMI 

Kebanyakan orang tidak merasakan getaran gempa bumi, kecuali dalam kasus luar biasa. 

II MMI 

Beberapa orang merasakan getaran atau getaran akibat gempa, benda-benda ringan yang tergantung di kandil bergoyang. 

III MM 

Getaran gempa terasa di dalam rumah. Getarannya terasa seperti mengendarai truk yang bergerak. 

IV MMI 

Pada  siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang  di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, keramik pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderit dan dinding berbunyi. 

V MMI 

Getaran gempa  dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang berlarian, tembikar pecah, benda terlempar, pilar dan benda besar tampak bergoyang, pendulum jam dapat berhenti. 

VI MMI 

Setiap orang dapat merasakan getaran gempa. Sebagian besar masyarakat terkejut dan melarikan diri, plesteran dinding berjatuhan dan cerobong asap  pabrik pecah, kerusakannya ringan. 

VII MI 

Semua orang di rumah keluar.  Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan fasilitas yang memadai. Sebaliknya, bangunan yang dibangun dengan buruk memiliki retakan dan bahkan  cerobong asap yang hancur dan rusak. Dan  orang yang mengendarai kendaraan merasakan getarannya. 

VIII MI 

Kerusakan kecil pada bangunan yang kuat. Retakan pada bangunan yang dibangun dengan buruk, dinding terpisah dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan Monumen runtuh, air menjadi keruh.  IX 

MMI 

Bangunan yang kokoh mengalami kerusakan, rangka rumah  tidak lurus, banyak retakan yang muncul. Rumah itu tampaknya telah pindah dari fondasi aslinya. Pipa-pipa di rumah rusak. 

XMMI 

Bangunan  kayu yang kuat rusak, rangka rumah robek dari fondasinya, tanah terbelah dengan jalan yang bengkok, tanah longsor di setiap sungai dan tanah curam.  

XI MMI 

Beberapa bangunan masih berdiri.  Jembatan putus, ada lembah. Pipa bawah tanah sama sekali tidak dapat digunakan, tanahnya retak, relnya sangat bengkok. 

XII MI 

Hancur total, ombak muncul di tanah. 

Bentang alam menjadi gelap, benda-benda terlempar ke udara.


Arti skala MMI (Modified Mercalli Intensity). 

Skala Mercalli adalah ukuran intensitas gempa. Satuan ini diciptakan oleh ahli vulkanologi Italia  Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala Mercalli dibagi menjadi 12 bagian berdasarkan informasi dari korban gempa  dan juga berdasarkan melihat dan membandingkan  kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, skala Mercalli  sangat subyektif dan kurang akurat dibandingkan perhitungan kekuatan gempa lainnya. Oleh karena itu, saat ini skala Richter lebih banyak digunakan untuk  mengukur intensitas gempa bumi. Namun, skala Mercalli, yang dimodifikasi pada tahun 1931 oleh seismolog Harry Wood dan Frank Neumann, masih umum digunakan, terutama bila tidak ada seismometer di tempat untuk mengukur kekuatan gempa.

Kamis, 11 Mei 2023

5 ALASAN INDONESIA SERING GEMPA !!BY QIUSLOT88

Mengapa gempa bumi terjadi di Indonesia? Berikut 5 alasannya 

 

Indonesia telah mengalami beberapa gempa bumi baru-baru ini. Gempa yang Anda alami bukan satu-satunya, menurut situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi ribuan gempa di Indonesia selama tahun 2019. 

Sebagai negara yang berada di Ring of Fire, tak heran Indonesia rawan gempa. Lantas apa penjelasan ilmiah dari seringnya gempa bumi  di  negeri ini? Mari kita mengenal satu sama lain lebih baik! 

 

1. Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik 

 

Apakah Anda sering mendengar istilah ring of fire? Padahal, Cincin Api Pasifik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut  daerah yang sering terjadi letusan gunung berapi  dan gempa bumi aktif, menurut Lembar Fakta Indonesia. Daerah ini termasuk cekungan Samudera Pasifik dan berbentuk seperti tapal kuda. 

Panjang wilayah Cincin Api Pasifik adalah 40.000 km. 90 persen gempa dunia terjadi di  81 persen wilayah Cincin Api Pasifik. Sedikitnya ada 33 wilayah di Bumi yang menjadi bagian dari Cincin Api Pasifik, tentunya Indonesia juga termasuk. 

 

2. Indonesia berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik 

 


Tahukah Anda bahwa Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik? Menurut Lembar Fakta Indonesia, lempeng yang mengelilingi Indonesia adalah lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng bumi dapat menyebabkan gempa bumi. Tidak hanya itu, ketika lempengan bumi  bertabrakan, menyebabkan gempa bumi dan tsunami secara bersamaan. Misalnya yang terjadi di Aceh pada Desember 2004. Beberapa daerah di Indonesia yang rawan gempa  dan tsunami adalah Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Bali, Jawa Tenggara dan masih banyak lagi lainnya. 


3. Indonesia terletak di zona pegunungan 

 

17 persen  gempa bumi terbesar, atau 5-6 persen  gempa dunia, terjadi di zona pegunungan (alpine zone). Menurut Lembar Fakta Indonesia, wilayah yang termasuk  adalah Jawa, Sumatera, Himalaya, Mediterania, dan Antartika. 

Meskipun hal ini membuat Indonesia rawan gempa, berada di zona pegunungan dan Cincin Api Pasifik juga memberikan keuntungan. Hal ini menjadikan tanah Indonesia subur dan kaya akan unsur mineral dan unsur hara. Tak heran jika berbagai  tanaman bisa tumbuh subur di Indonesia.  


4. Gempa bumi dipengaruhi oleh aktivitas gunung berapi 

Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh interaksi dan pergerakan lempeng. Namun, banyak di antaranya disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Keduanya dianggap terkait. Ini disebut gempa  vulkanik. Misalnya yang terjadi pada Gunung Soputan di Sulawesi Utara yang meletus akibat gempa. 

 Pergerakan magma di bawah gunung berapi dapat menyebabkan gempa bumi. Magma memberikan tekanan pada lingkungan, menyebabkan wilayah tersebut retak dan memicu  gempa bumi kecil, lapor situs web Oregon State University. Gempa bumi ini biasanya terlalu lemah untuk dirasakan, tetapi dapat dideteksi dan direkam dengan instrumen dan alat khusus.  


5. Terletak di batas konvergen Lempeng Sunda dan Lempeng Indo-Australia 

 

Mengapa gempa bumi sering terjadi di pulau sumatra? Jawabannya adalah  pulau itu terletak di batas konvergen tempat Lempeng Sunda bersubduksi di bawah Lempeng Indo-Australia, kata Lembar Fakta Indonesia. Lempeng ini  miring dengan kecepatan 60 mm per tahun dan digerakkan ke kanan  oleh patahan di Pulau Sumatera. 

Contohnya gempa  Provinsi Sumatera Aceh pada 2 Juli 2013. Gempa ini disebabkan oleh penunjaman Lempeng Sunda ke bawah Lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng ini menyebabkan gempa bumi di dalam dan sekitar pulau Sumatera.

Gempa Terparah di Indonesia !!by qiuslot 88

Gempa Terparah di Indonesia: Bencana Alam yang Mengguncang Negeri Indonesia, negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tekto...