Mengapa gempa bumi terjadi di Indonesia? Berikut 5 alasannya
Indonesia telah mengalami beberapa gempa bumi baru-baru ini. Gempa yang Anda alami bukan satu-satunya, menurut situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi ribuan gempa di Indonesia selama tahun 2019.
Sebagai negara yang berada di Ring of Fire, tak heran Indonesia rawan gempa. Lantas apa penjelasan ilmiah dari seringnya gempa bumi di negeri ini? Mari kita mengenal satu sama lain lebih baik!
1. Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik
Apakah Anda sering mendengar istilah ring of fire? Padahal, Cincin Api Pasifik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut daerah yang sering terjadi letusan gunung berapi dan gempa bumi aktif, menurut Lembar Fakta Indonesia. Daerah ini termasuk cekungan Samudera Pasifik dan berbentuk seperti tapal kuda.
Panjang wilayah Cincin Api Pasifik adalah 40.000 km. 90 persen gempa dunia terjadi di 81 persen wilayah Cincin Api Pasifik. Sedikitnya ada 33 wilayah di Bumi yang menjadi bagian dari Cincin Api Pasifik, tentunya Indonesia juga termasuk.
2. Indonesia berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik
Tahukah Anda bahwa Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik? Menurut Lembar Fakta Indonesia, lempeng yang mengelilingi Indonesia adalah lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng bumi dapat menyebabkan gempa bumi. Tidak hanya itu, ketika lempengan bumi bertabrakan, menyebabkan gempa bumi dan tsunami secara bersamaan. Misalnya yang terjadi di Aceh pada Desember 2004. Beberapa daerah di Indonesia yang rawan gempa dan tsunami adalah Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Bali, Jawa Tenggara dan masih banyak lagi lainnya.
3. Indonesia terletak di zona pegunungan
17 persen gempa bumi terbesar, atau 5-6 persen gempa dunia, terjadi di zona pegunungan (alpine zone). Menurut Lembar Fakta Indonesia, wilayah yang termasuk adalah Jawa, Sumatera, Himalaya, Mediterania, dan Antartika.
Meskipun hal ini membuat Indonesia rawan gempa, berada di zona pegunungan dan Cincin Api Pasifik juga memberikan keuntungan. Hal ini menjadikan tanah Indonesia subur dan kaya akan unsur mineral dan unsur hara. Tak heran jika berbagai tanaman bisa tumbuh subur di Indonesia.
4. Gempa bumi dipengaruhi oleh aktivitas gunung berapi
Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh interaksi dan pergerakan lempeng. Namun, banyak di antaranya disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Keduanya dianggap terkait. Ini disebut gempa vulkanik. Misalnya yang terjadi pada Gunung Soputan di Sulawesi Utara yang meletus akibat gempa.
Pergerakan magma di bawah gunung berapi dapat menyebabkan gempa bumi. Magma memberikan tekanan pada lingkungan, menyebabkan wilayah tersebut retak dan memicu gempa bumi kecil, lapor situs web Oregon State University. Gempa bumi ini biasanya terlalu lemah untuk dirasakan, tetapi dapat dideteksi dan direkam dengan instrumen dan alat khusus.
5. Terletak di batas konvergen Lempeng Sunda dan Lempeng Indo-Australia
Mengapa gempa bumi sering terjadi di pulau sumatra? Jawabannya adalah pulau itu terletak di batas konvergen tempat Lempeng Sunda bersubduksi di bawah Lempeng Indo-Australia, kata Lembar Fakta Indonesia. Lempeng ini miring dengan kecepatan 60 mm per tahun dan digerakkan ke kanan oleh patahan di Pulau Sumatera.
Contohnya gempa Provinsi Sumatera Aceh pada 2 Juli 2013. Gempa ini disebabkan oleh penunjaman Lempeng Sunda ke bawah Lempeng Indo-Australia. Pergerakan lempeng ini menyebabkan gempa bumi di dalam dan sekitar pulau Sumatera.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar